Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar

:

1.1

Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik
Indikator

:

-

Menjelaskan teori atom mekanika kuantum

 

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan teori atom mekanika kuantum.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Bohr merupakan orang yang pertama menghubungkan teori struktur atom dengan tingkat energi elektron untuk menjelaskan spektrum.
  • Teori atom Bohr berhasil menjelaskan struktur atom hidrogen, tetapi belum dapat menerangkan atom berelektron banyak.
  • Masih ada kekurangan yang mendasar pada model atom Bohr.
  • Kekurangan model atom Bohr disempurnakan dengan model atom mekanika kuantum.
  • Teori atom mekanika kuantum berakar pada hipotesis Prince Louis de Broglie dan Werner Heisenberg.
  •  Menurut de Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal dengan istilah dualisme gelombangpartikel).
  • Menurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti.
  • Schrodinger berhasil menyelesaikan persamaan matematis yang menghasilkan tiga bilangan kuantum yang menunjukkan kebolehjadian menemukan elektron di sekeliling inti.
  • Daerah kebolehjadian menemukan elektron di sekeliling inti disebut orbital.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a.         Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa

b.         Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan teori atom Bohr dan kaitannya dengan spektrum cahaya.
  • Menjelaskan sifat dualisme cahaya, yaitu cahaya sebagai materi dan cahaya sebagai gelombang.
  • Menunjukkan kelemahan model atom Bohr sehingga perlu disempurnakan dengan model atom mekanika kuantum.
  • Mendeskripsikan hipotesis Louis de Broglie dan Heisenberg.
  • Mendeskripsikan penyelesaian persamaan gelombang yang dilakukan oleh Schrodinger.
  • Mendeskripsikan pengertian orbital.

c.         Kegiatan Akhir (Penutup)

Menyimpulkan tentang kelemahan teori atom Bohr dan tentang teori atom mekanika kuantum. Selanjutnya, guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, tabel periodik, kartu  unsur Bahan lembar  kerja

VI.       Penilaian

 

            Soal/instrumen            :

            1.  Jelaskan mengenai teori atom mekanika kuantum

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar

:

1.1

Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik
Indikator

:

-

-

Menjelaskan bilangan kuantum (kemungkinan elektron berada) dan bentuk-bentuk orbital.

Menjelaskan kulit dan sub kulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum

 

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan bilangan kuantum (kemungkinan elektron berada) dan bentuk-bentuk orbital;
  • Menjelaskan kulit dan subkulit serta hubungannya dengan bilangan kuantum.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Schrodinger berhasil menyelesaikan seperangkat persamaan matematis yang menghasilkan tiga bilangan kuantum yang menunjukkan daerah kebolehjadian menemukan elektron di sekeliling inti.
  • Ketiga bilangan kuantum itu adalah bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut (l), dan bilangan kuantum magnetik (ml).
  • Bilangan kuantum utama (n) menunjukkan tingkat energi.
  • Bilangan kuantum azimut (l) menentukan bentuk orbital dan subtingkatan energi.
  • Bilangan kuantum magnetik (ml) menyatakan orientasi orbital atau sikap orbital terhadap orbital lain.
  • Selain tiga bilangan kuantum yang berasal dari penyelesaian persamaan Schrodinger, masih ada satu bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum spin (ms).
  • Bilangan kuantum spin menentukan arah perputaran (spin) tiap elektron.
  • Menggambarkan bentuk orbital s, p, dan d.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a.         Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa. Mengingatkan kembali teori atom mekanika kuantum yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b.         Kegiatan Inti

  • Melalui diskusi kelas, siswa menentukan nilai bilangan kuantum utama, bilangan kuantum azimut, bilangan kuantum magnetik, dan bilangan kuantum spin.
  • Menggambarkan bentuk orbilal s, bentuk orbital p, dan bentuk orbital d.

c.         Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang bilangan kuantum. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, tabel periodik, kartu  unsur Bahan lembar  kerja

 

VI.       Penilaian

            Soal/instrumen            :

  1. Berapa banyak orbital yang terdapat dalam tingkatan energi utama keempat (n=4) dari suatu atom? Berapa di antara orbital ini yang berupa orbital p, orbital d, dan orbital f? Berapa banyak elektron dapat menghuni tiap orbital p dan tiap orbital d?
  2. a. Berapakah nilai-nilai bilangan kuantum azimut (l) untuk tingkatan energi utama keempat (n = 4)? Jenis-jenis orbital apa yang dinyatakan oleh nilai-nilai l ini?

b. Berapakah nilai-nilai ml untuk tingkatan energi utama keempat (n = 4)? Untuk tiap nilai l, berapa banyak nilai ml yang diizinkan di situ?

  1. Manakah dari kelompok bilangan kuantum berikut yang tidak benar? Jelaskan alasannya.

a. n = 3; l = 1; ml = –1; ms = – 1

b. n = 3; l = 3; ml = +1; ms = + 1

c. n = 2; l = 1; ml = +2; ms = – 1

d. n = 5; l = 0; ml = 0; ms = + 1

e. n = 4; l = 2; ml = 0; ms = 1

f. n = 3; l = 2; ml = 1; ms = + 1

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar

:

1.1

Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik
Indikator

:

-

-

 

Menggunakan prinsip Aufbau, aturan Hund, dan asas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital

Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik.

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menggunakan prinsip Aufbau, aturan Hund, dan asas larangan Pauli untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital;
  • Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dengan letaknya dalam sistem periodik.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Menurut prinsip Aufbau, konfigurasi elektron dimulai dari subkulit yang memiliki tingkat energi terendah dan diikuti dengan subkulit yang memiliki tingkat energi lebih tinggi.
  • Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron dalam sebuah atom apa pun dapat mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama.
  • Menurut aturan Hund, dalam subtingkatan energi tertentu, tiap orbital dihuni oleh satu elektron terlebih dahulu sebelum ada orbital yang memiliki sepasang elektron. Elektron-elektron tunggal dalam orbital itu mempunyai spin searah (paralel).
  • Dalam sistem periodik unsur, unsur dikelompokkan dalam empat blok, yaitu blok s, blok p, blok d, dan blok f.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa. Mengingatkan kembali tiga bilangan kuantum penyelesaian persamaan Schrodinger yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan nilai bilangan kuantum spin dan asas pengucilan Pauli.
  • Menuliskan konfigurasi elektron berdasarkan prinsip Aufbau.
  • Menggambarkan diagram orbital berdasarkan aturan Hund.
  • Menyingkat penulisan konfigurasi elektron untuk atom berelektron banyak.
  • Mendeskripsikan hubungan konfigurasi elektron dengan letaknya dalam sistem periodik.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Menyimpulkan tentang bilangan kuantum, penulisan konfigurasi elektron, penggambaran diagram orbital, penulisan konfigurasi elektron dan hubungannya dengan letaknya dalam sistem periodik unsur. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

V. Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, tabel periodik, kartu  unsur Bahan lembar  kerja

 

VI. Penilaian

            Soal/instrumen:

1. Tuliskan konfigurasi elektron dalam keadaan dasar (ground state) untuk:

a. atom neon;

b. kation litium, Li+;

c. atom mangan;

d. atom fluorin;

e. kation kobalt, Co2+;

f. ion klorida, Cl.

2. Tuliskan konfigurasi elektron (dengan penyingkatan) atom-atom berikut dan tentukan letaknya dalam sistem periodik unsur.

a. oksigen (Z = 8)

b. aluminium (Z = 13)

c. tembaga (Z = 29)

d. kripton (Z = 36)

 

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar

:

1.2

Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul
Indikator

:

-

-

 

Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron valensi (VSEPR)

Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron valensi (VSEPR);
  • Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Bentuk molekul adalah kedudukan atom-atom dalam molekul.
  • Bentuk molekul dapat ditentukan dengan teori tolakan pasangan elektron valensi (VSEPR) dan teori hibridisasi.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa. Mengingatkan kembali cara menuliskan rumus Lewis yang telah dipelajari di Kelas X.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR dengan menggunakan model molekul atau balon.
  • Berlatih menggambarkan bentuk beberapa molekul, misalnya CH4 dan H2O berdasarkan teori VSEPR.
  • Mendeskripsikan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran.
  • Mendeskripsikan pengertian hibridisasi.
  • Mendeskripsikan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
  • Berlatih menggambarkan bentuk beberapa molekul, misalnya CH4 dan H2O berdasarkan teori hibridisasi.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR dan pengaruhnya terhadap kepolaran, bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi dan perbedaannya dengan teori VSEPR. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, tabel periodik, kartu  unsur Bahan lembar  kerja

 

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Perhatikan molekul molekul belerang tetrafluorida, SF4.

a. Berapa pasangan ikatan (PEI) dan pasangan menyendiri (PEB) dari elektron-elektron dalam kulit valensi atom belerang itu? Berdasarkan teori VSEPR, ramalkan bentuk molekul dari pasangan elektron kulit valensi.

b. Gambarkan semua penataan yang mungkin dari pasangan ikatan dan pasangan menyendiri sesuai dengan bentuk molekul yang diramalkan di (a). Dari penataan-penataan itu, manakah yang kira-kira paling stabil?

  1. Gambarkan rumus struktur suatu molekul yang semua elektron valensinya berikatan dengan bentuk molekul: (a). Linear; (b). Tetrahedral; (c). Oktahedral; (d) Segitiga planar
  2. Urutkan molekul-molekul berikut berdasarkan naiknya kepolaran (momen dipol): H2O, CBr4, H2S, HF, NH3, dan CO2.
  3. Sebutkan orbital hibridisasi tiap atom, selain hidrogen, dalam masingmasing senyawa berikut: a. Etilena (C2H4), b. Disilana (Si2H6)
  4. Tentukan orbital hibridisasi atom pusat dalam senyawa dengan bentuk molekul: a. Linear; b. Segitiga datar (planar); c. tetrahedral; d. oktahedral

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar

:

1.3

Menjelaskan interaksi antarmolekul (gaya antarmolekul) dengan sifatnya
Indikator

:

-

-

 

Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antarmolekul (gaya van der Waals, gaya London, dan ikatan hidrogen).

Menerapkan hubungan antara besarnya gaya van der Waals dengan ukuran molekul untuk menjelaskan sifat fisiknya

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih, titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antarmolekul (gaya van der Waals, gaya London, dan ikatan hidrogen);
  • Menerapkan hubungan antara besarnya gaya van der Waals dengan ukuran molekul untuk menjelaskan sifat fisiknya.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Interaksi antarmolekul ditentukan oleh tiga hal, yaitu gaya London, gaya van der Waals, dan ikatan hidrogen.
  • Tarikan yang diperlukan untuk memegangi molekul atau atom dalam bentuk cair disebut gaya London yang terjadi pada molekul nonpolar.
  • Kekuatan gaya London bergantung pada beberapa faktor, antara lain kerumitan molekul dan ukuran molekul.
  • Gaya van der Waals terjadi pada molekul ionik dan kovalen polar.
  • Ikatan hidrogen terjadi akibat tarikan dipol yang sangat kuat antarmolekul yang hidrogennya terikat pada atom berelektronegativitas besar (fluorin, oksigen, dan nitrogen).
  • Gaya tarik antarmolekul memengaruhi bentuk, volume, kemampuan untuk mengalir, tegangan permukaan, dan laju penguapan.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, mengingatkan kembali bentuk molekul yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan pengertian gaya London.
  • Mendeskripsikan pengaruh kerumitan molekul dan ukuran molekul terhadap kekuatan gaya London.
  • Mendeskripsikan pengertian gaya van der Waals.
  • Mendeskripsikan ikatan hidrogen dan pengaruhnya terhadap titik didih dan titik beku.
  • Mendeskripsikan hubungan antara besar gaya van der Waals dan ukuran molekul.
  • Mendeskripsikan pengaruh gaya antarmolekul terhadap bentuk, volume, kemampuan untuk mengalir, tegangan permukaan, dan laju penguapan.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang interaksi antarmolekul. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia dan bahan lembar  kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Apakah yang dimaksud dengan polarisabilitas? Apa hubungan antara polarisabilitas dan gaya antarmolekul?
  2. Tentukan senyawa-senyawa berikut yang dapat membentuk ikatan hidrogen antarsesamanya:

a. C2H6

b. HI

c. KF

d. BeH2

e. CH3COOH

 

 

 

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

2.

Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya
Kompetensi Dasar

:

2.1

Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
Indikator

:

-

-

-

 

Menjelaskan hukum/asas kekekalan energi.

Membedakan sistem dan lingkungan

Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor (endoterm)

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan hukum/asas kekekalan energi
  • Membedakan sistem dan lingkungan
  • Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor (endoterm).

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Energi hanya dapat diubah bentuknya dari jenis satu ke jenis lainnya.
  • Sistem merupakan bagian dari alam semesta yang sedang dibicarakan, sedangkan di luar sistem disebut lingkungan.
  • Reaksi yang melepaskan kalor ke lingkungan disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi yang memerlukan kalor disebut reaksi endoterm.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk menyebutkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan perubahan kalor.

b. Kegiatan Inti

  • Dengan diskusi informasi, siswa menjelaskan pengertian entalpi suatu zat dan perubahannya.
  • Dengan diskusi informasi, siswa menjelaskan hukum atau asas kekekalan energi.
  • Dengan diskusi kelompok, siswa mengidentifikasi pengertian sistem dan lingkungan dalam suatu reaksi kimia.
  • Melalui diskusi kelompok, siswa mengidentifikasi perbedaan antara reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang pengertian entalpi, hukum kekekalan energi, pengertian sistem dan lingkungan, serta reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia dan bahan lembar  kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Jelaskan maksud istilah-istilah berikut: sistem, lingkungan, sistem terbuka, sistem tertutup, dan hukum kekekalan energi.
  2. Sebutkan dua contoh proses eksotermis dan contoh proses endotermis.
  3. Reaksi pemecahan biasanya bersifat endotermis, sedangkan reaksi pembentukan biasanya bersifat eksotermis. Jelaskan mengapa demikian.

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

2.

Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya
Kompetensi Dasar

:

2.2

Menentukan DH reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan
Indikator

:

-

-

-

-

-

 

Menjelaskan macam-macam perubahan entalpi

Menentukan nilai DH reaksi dengan melakukan eksperimen sederhana

Menentukan nilai DH reaksi dengan menggunakan hukum Hess.

Menentukan nilai DH reaksi dengan menggunakan data perubahan entalpi pembentukan standar

Menentukan nilai DH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan macam-macam perubahan entalpi
  • Menentukan nilai ΔH reaksi dengan melakukan eksperimen sederhana
  • Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan hukum Hess
  • Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data perubahan entalpi pembentukan standar
  • Menentukan nilai ΔH reaksi dengan menggunakan data energi ikatan.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Besar entalpi yang dimiliki suatu zat tidak dapat ditentukan, sedangkan yang dapat ditentukan adalah perubahan entalpi (ΔH) yang menyertai suatu perubahan kimia dan fisika.
  • Perubahan entalpi merupakan selisih antara entalpi produk (akhir) dan entalpi reaktan (awal).
  • Ada beberapa variabel yang diperlukan untuk menentukan perubahan entalpi, antara lain kapasitas panas dan kalor jenis.
  • Alat yang digunakan untuk mengukur kalor reaksi disebut kalorimeter.
  • Hasil penjumlahan ΔH untuk proses keseluruhan adalah jumlah semua perubahan entalpi yang berlangsung selama proses. Pernyataan inilah yang dikenal sebagai hukum penjumlahan kalor dari Hess (hukum Hess).
  • Perubahan entalpi yang dikaitkan dengan reaksi pembentukan zat disebut kalor pembentukan atau entalpi pembentukan.
  • Energi ikatan merupakan energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan suatu molekul dalam bentuk gas sebanyak 1 mol.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, pemberian tugas, dan praktikum

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengingatkan kembali pengertian entalpi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan pengertian perubahan entalpi dan cara menentukannya melalui diskusi kelas.
  • Menyebutkan bagian-bagian kalorimeter yang akan digunakan untuk melakukan percobaan.
  • Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan perubahan entalpi reaksi dalam kalorimeter melalui kerja kelompok di laboratorium.
  • Mendeskripsikan hukum Hess untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi.
  • Berlatih menentukan perubahan entalpi dengan menggunakan hukum Hess.
  • Mendeskripsikan pengertian entalpi pembentukan standar.
  • Berlatih menentukan nilai ΔH dengan data perubahan entalpi pembentukan standar.
  • Mendeskripsikan pengertian energi ikatan.
  • Berlatih menentukan nilai ΔH dengan data energi ikatan.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang pengertian perubahan entalpi dan alat yang digunakan untuk mengukur perubahan entalpi. Membuat simpulan tentang percobaan penentuan perubahan entalpi dan siswa membuat laporan hasil, membuat simpulan tentang cara menentukan perubahan entalpi dengan menggunakan hukum Hess, membuat simpulan tentang cara menentukan perubahan entalpi dengan data perubahan entalpi pembentukan standar, membuat simpulan tentang cara menentukan perubahan entalpi. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, alat dan bahan di laboratorium dan bahan lembar  kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Hitunglah entalpi pembentukan C2H5OH jika diketahui entalpi pembakaran untuk C(s), H2(g), dan C2H5OH(l) masing-masing adalah 393kJ, 285 kJ, dan 1.368 kJ.
  2. Pada suhu 850 oC, CaCO3 mengalami dekomposisi menghasilkan CaO dan CO2. Dengan asumsi nilai ΔHfo reaktan dan produk pada 850oC sama dengan nilai pada 25oC, hitunglah perubahan entalpi (dalam kilojoule) jika 66,8 g CO2 dihasilkan dalam suatu reaksi. (Gunakan bantuan tabel entalpi pembentukan standar).

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

2.

Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya
Kompetensi Dasar

:

2.2

Menentukan DH reaksi berdasarkan percobaan, hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar dan data energi ikatan
Indikator

:

-

-

 

Membandingkan kalor pembakaran berbagai bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan

Menjelaskan dampak pembakaran bahan bakar tidak sempurna terhadap lingkungan dan banyak kalor yang dihasilkan

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Mendeskripsikan pengertian kalor pembakaran
  • Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan kalor pembakaran beberapa bahan bakar
  • Mendeskripsikan dampak pembakaran tidak sempurna terhadap lingkungan dan banyaknya kalor yang dihasilkan melalui diskusi kelompok.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

Kalor pembakaran menyatakan perubahan panas yang disebabkan pembakaran 1 mol zat.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan praktikum

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk menyebutkan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan pembakaran bahan bakar.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan pengertian kalor pembakaran.
  • Merancang dan melakukan percobaan untuk menentukan kalor pembakaran beberapa bahan bakar.
  • Mendeskripsikan dampak pembakaran tidak sempurna terhadap lingkungan dan banyaknya kalor yang dihasilkan melalui diskusi kelompok.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang percobaan menentukan kalor pembakaran beberapa bahan bakar dan dampak pembakaran tidak sempurna terhadap lingkungan. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Buku kimia, bahan lembar kerja dan alat-alat dan bahan laboratorium.

VI.       Penilaian

Menilai keaktifan siswa dalam melakukan percobaan dan diskusi. Siswa mengerjakan soal-soal evaluasi.

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.1

Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Indikator

:

-

-

-

-

-

Menjelaskan pengertian kemolaran dan penggunaannya

Menuliskan ungkapan laju reaksi (v)

Menjelaskan persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi serta penentuannya

Menentukan tingkat reaksi berdasarkan data hasil ekperimen

Membaca grafik kecenderungan orde reaksi

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan pengertian kemolaran dan penggunaannya
  • Menuliskan ungkapan laju reaksi (v)
  • Menjelaskan persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi serta penentuannya
  • Menentukan tingkat reaksi berdasarkan data hasil eksperimen
  • Membaca grafik kecenderungan orde reaksi.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Kemolaran menyatakan jumlah molzat terlarut dalam satu liter larutan. Kemolaran dinyatakan dengan huruf M.
  • Kemolaran dapat digunakan untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dengan beberapa cara, antara lain pelarutan zat murni, pengenceran, dan pencampuran dua larutan yang berbeda konsentrasinya.
  • Laju reaksi menunjukkan besar perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.
  • Orde reaksi menunjukkan besar pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap laju reaksi.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, pemberian tugas, dan praktikum

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengingatkan kembali pengertian mol yang telah dipelajari di kelas X.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan pengertian kemolaran dan penggunaannya.
  • Berlatih menghitung molaritas suatu larutan.
  • Menuliskan ungkapan laju reaksi melalui diskusi kelas.
  • Menuliskan persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi melalui diskusi kelas.
  • Menentukan tingkat reaksi berdasarkan data hasil eksperimen.
  • Menggambarkan grafik reaksi orde nol, reaksi orde satu, dan reaksi orde dua.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang molaritas dan cara-cara menentukan molaritas, persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi, cara mengungkapkan laju reaksi, persamaan reaksi, dan orde reaksi. Selanjutnya, guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, alat dan bahan di laboratorium dan bahan lembar  kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Hitunglah konsentrasi 4,0 g natrium hidroksida dalam 500 L larutan
  2. Tentukan berapa banyak larutan yang harus diambil untuk membuat 25 mL larutan HCl 0,1 M dari larutan HCl 0,5 M (anggap larutan yang diambil jumlahnya berlebih)
  3. Hitunglah molaritas hasil pencampuran 100 mL HCl 0,1 M + 100 mL HCl 0,5 M
  4. Tuliskan ungkapan laju reaksi untuk persamaan reaksi berikut berdasarkan pengurangan jumlah reaktan dan penambahan jumlah produk:

a. H2(g) + I2(g) → 2HI(g)

b. 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g)

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.1

Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Indikator

:

-

-

-

-

 

Merancang percobaan dan menentukan variabel tetap (kontrol) dan variabel bebas (manipulasi).

Membuat dan menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi.

Menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan hasil pengamatan.

Menuliskan laporan hasil percobaan secara menyeluruh dan mengomunikasikannya.

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Merancang percobaan dan menentukan variabel tetap (kontrol) dan variabel bebas (manipulasi)
  • Membuat dan menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
  • Menyimpulkan pengaruh konsentrasi, suhu, dan luas permukaan bidang sentuh pada laju reaksi berdasarkan hasil pengamatan
  • Menuliskan laporan hasil percobaan secara menyeluruh dan mengomunikasikannya.

 

II.        Uraian Materi Pembelajaran

Laju reaksi dipengaruhi beberapa faktor, antara lain konsentrasi, luas permukaan    bidang sentuh, suhu, dan katalis.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, pemberian tugas, dan praktikum

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

  1. a.      Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengingatkan kembali penulisan laju reaksi dan orde reaksi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Merancang dan melakukan percobaan melalui kerja kelompok di laboratorium untuk mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi terhadap laju reaksi.
  • Membuat kesimpulan tentang pengaruh konsentrasi terhadap kecepatan reaksi melalui diskusi kelompok.
  • Merancang dan melakukan percobaan melalui kerja kelompok di laboratorium untuk mengetahui pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.
  • Membuat kesimpulan tentang pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap kecepatan reaksi melalui diskusi kelompok.
  • Merancang dan melakukan percobaan melalui kerja kelompok di laboratorium untuk mengetahui pengaruh suhu dan katalis terhadap laju reaksi.
  • Membuat kesimpulan tentang pengaruh suhu dan katalis terhadap kecepatan reaksi melalui diskusi kelompok.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang percobaan mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi, pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi., faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. Selanjutnya, guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, alat-alat dan bahan laboratorium dan bahan lembar kerja

VI.       Penilaian

Menilai keaktifan siswa dalam melakukan percobaan.

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.2

Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi serta terapannya dalam kehidupan sehari-hari
Indikator

:

-

-

-

 

Menggunakan diagram energi potensial dari reaksi kimia baik menggunakan katalis maupun tidak.

Menjelaskan pengertian dan peranan energi pengaktifan dengan menggunakan diagram.

Menjelaskan peranan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri

 

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menggunakan diagram energi potensial dari reaksi kimia, baik menggunakan katalis maupun tidak;
  • Menjelaskan pengertian dan peranan energi pengaktifan dengan menggunakan diagram
  • Menjelaskan peranan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri.

 

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Pengaruh konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, dan suhu dapat dijelaskan dengan postulat dasar teori tumbukan.
  • Konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, dan suhu berbanding lurus dengan laju reaksi.
  • Fungsi katalis dalam reaksi kimia adalah menurunkan energi pengaktifan.
  • Konsep laju reaksi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
  • Penerapan pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi terjadi pada industri makanan.
  • Kebanyakan industri kimia menggunakan katalis dalam proses produksinya.

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengingatkan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskripsikan pengaruh konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, dan suhu terhadap laju reaksi dengan teori tumbukan melalui diskusi kelompok.
  • Mendeskripsikan pengertian energi pengaktifan melalui diskusi kelas.
  • Menyebutkan penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi kelompok.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang teori tumbukan untuk menjelaskan faktor faktor yang memengaruhi laju reakasi dan tentang pengertian energi pengaktifan., penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, bahan lembar kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Apakah yang dimaksud energi aktivasi? Apa peran energi aktivasi dalam kinetika kimia (laju reaksi)?
  2. Kenaikan suhu dan konsentrasi akan mempercepat laju reaksi. Bagaimana  hal itu dijelaskan dengan teori tumbukan?

 

 

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.3

Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan
Indikator

:

-

-

 

Menjelaskan kesetimbangan dinamis

Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen serta tetapan kesetimbangan

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menjelaskan pengertian kesetimbangan dinamis
  • menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen serta tetapan kesetimbangan

II.        Materi Pembelajaran

  • Dalam suatu kesetimbangan kimia terdapat campuran reaktan dan produk

dengan perbandingan tertentu. Jika salah satu komponen dipisahkan maka

komponen yang hilang akan segera terbentuk kembali. Keadaan seperti

itulah yang disebut kesetimbangan dinamis.

  • Perbandingan antara komponen produk dan reaktan disebut tetapan

kesetimbangan.

  • Kesetimbangan dibedakan menjadi kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.
  • Kesetimbangan homogen adalah keadaan setimbang yang terjadi pada zat-zat yang berfase sama.
  • Kesetimbangan heterogen adalah keadaan setimbang yang terjadi pada zat-zat yang berfase tidak sama.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, pemberian tugas, dan praktikum.

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengetahui pengertian siswa tentang kesetimbangan kimia.

b. Kegiatan Inti

  • Mendeskriskan kesetimbangan dinamis melalui diskusi kelas.
  • Menyebutkan keadaan setimbang dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi kelas.
  • Mendeskripsikan pengertian reaksi kesetimbangan kimia melalui diskusi kelompok.
  • Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui reaksi kesetimbangan melalui kerja kelompok di laboratorium.
  • Mendeskripsikan pengertian tetapan kesetimbangan melalui diskusi kelas.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang kesetimbangan dinamis dan keadaan setimbang dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui reaksi kesetimbangan dan tetapan kesetimbangan. Selanjutnya, guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, alat dan bahan laboratorium dan bahan lembar kerja

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Apakah yang dimaksud kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen? Berikan masing-masing dua contoh.
  2. Tentukan persamaan tetapan kesetimbangan (K), yang mungkin, dari proses 2NaHCO3(s) = Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(g) berikut.

 

 

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.3

Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan
Indikator

:

-

-

-

-

 

Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier.

Menyimpulkan pengaruh suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan

Menuliskan laporan hasil percobaan secara menyeluruh dan mempresentasikannya

Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia industri yang didasarkan pada

reaksi kesetimbangan

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier
  • Menyimpulkan pengaruh suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan
  • Menuliskan laporan hasil percobaan secara menyeluruh dan mempresentasikannya
  • Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia industri yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan.

 

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Reaksi kesetimbangan merupakan reaksi yang tidak pernah tuntas sehingga dapat mengalami pergeseran kesetimbangan jika ada pengaruh dari luar.
  • Pergeseran kesetimbangan dipengaruhi oleh suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume.
  • Arah pergeseran kesetimbangan yang disebabkan oleh pengaruh dari luar dapat diramalkan berdasarkan asas Le Chatelier yang berbunyi, ”Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), sistem akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.”
  • Berdasarkan asas Le Chatelier, dapat diramalkan kondisi optimum untuk memproduksi bahan kimia.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, pemberian tugas, dan praktikum

 

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, diskusi kelas untuk mengingatkan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

  1. b.      Kegiatan Inti
  • Meramalkan pengaruh suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume terhadap pergeseran kesetimbangan berdasarkan data hasil percobaan melalui diskusi kelas.
  • Merancang dan melakukan percobaan melalui kerja kelompok di laboratorium.
  • Menyimpulkan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan berdasarkan hasil percobaan melalui diskusi kelompok.
  • Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan asas Le Chatelier.
  • Membuat laporan hasil percobaan secara individu dan mempresentasikannya di depan kelas.
  • Mendeskripsikan kondisi optimum untuk memproduksi bahan kimia yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan melalui diskusi kelompok.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang pengaruh suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume terhadap kesetimbangan, menyimpulkan hasil percobaan yang telah dilakukan tentang faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan, faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan. Selanjutnya, guru melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, data hasil percobaan, alat-alat dan bahan laboratorium, bahan lembar kerja

 

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Sebutkan empat faktor yang dapat menggeser posisi kesetimbangan
  2. Faktor apakah yang dapat mengubah nilai tetapan kesetimbangan?
  3. Perhatikan proses kesetimbangan berikut: PCl5(g) =  PCl3(g) + Cl2(g); ΔHo = 92,5 kJ. Ke manakah arah pergeseran kesetimbangan jika:

a. suhu dinaikkan;

b. gas klorin ditambahkan ke dalam campuran reaksi;

c. sedikit PCl3 dipindahkan dari campuran;

d. tekanan gas ditingkatkan;

e. katalis ditambahkan ke dalam campuran reaksi.

 

                                                                                    Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah

:

SMA Pontianak
Mata Pelajaran

:

Kimia
Kelas/Semester

:

XI/1
Alokasi Waktu

:

2 x 45 menit
Standar Kompetensi

:

3.

Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri
Kompetensi Dasar

:

3.4

Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan
Indikator

:

-

-

-

-

Menafsirkan data hasil percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang serta menyimpulkan pengertian tetapan kesetimbangan (Kc).

Menghitung nilai Kc berdasarkan konsentrasi kesetimbangan dan sebaliknya.

Menghitung nilai Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang.

Menghitung nilai Kp berdasarkan Kc atau sebaliknya

I.          Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat

  • Menafsirkan data hasil percobaan mengenai konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang serta menyimpulkan pengertian tetapan kesetimbangan (Kc)
  • Menghitung nilai Kc berdasarkan konsentrasi kesetimbangan dan sebaliknya
  • Menghitung nilai Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan setimbang;
  • Menghitung nilai Kp berdasarkan Kc atau sebaliknya.

II.        Uraian Materi Pembelajaran

  • Perbandingan antara pereaksi dan hasil reaksi pada suatu reaksi kesetimbangan adalah tetap.
  • Hubungan antara pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu reaksi kesetimbangan dijelaskan dengan hukum kesetimbangan atau hukum aksi massa.
  • Tetapan kesetimbangan diperoleh dari hasil percobaan.
  • Tetapan kesetimbangan yang dihitung berdasarkan konsentrasi kesetimbangan disebut Kc.
  • Tetapan kesetimbangan yang dihitung berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi disebut Kp.
  • Hubungan antara Kc dan Kp sesuai dengan persamaan Kp = Kc(RTn.

 

III.       Metode Pembelajaran

Ceramah, diskusi, dan pemberian tugas

 

 

 

 

 

IV.       Langkah-Langkah Pembelajaran

a. Kegiatan Awal (Apersepsi)

Salam, do’a, menjelaskan KD, materi ajar, dan memotivasi siswa, memimpin diskusi kelas untuk mengingatkan kesetimbangan dinamis yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

b. Kegiatan Inti

  • Menghitung tetapan kesetimbangan (Kc) berdasarkan data hasil percobaan melalui diskusi kelas.
  • Menghitung tetapan kesetimbangan (Kc) berdasarkan konsentrasi kesetimbangan melalui diskusi kelas.
  • Menghitung tetapan kesetimbangan Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi melalui diskusi kelas.
  • Menghitung nilai Kp berdasarkan Kc melalui diskusi kelas.
  • Menghitung nilai tetapan disosiasi (α ) melalui diskusi kelas.

c. Kegiatan Akhir (Penutup)

Membuat simpulan tentang cara menghitung tetapan kesetimbangan. Selanjutnya, melakukan penilaian atau tes hasil belajar dan pemberian tugas untuk mengetahui ketercapaian indikator dan kompetensi.

 

V.        Alat dan Sumber Belajar

Sumber buku kimia, bahan lembar kerja

 

VI.       Penilaian

Soal/instrumen:

  1. Tetapan kesetimbangan Kc untuk reaksi: H2(g) + CO2(g) = H2O(g) + CO(g) adalah 4,2 pada 1.650 oC. Mula-mula 0,8 mol H2 dan 0,8 mol CO2 dimasukkan ke dalam wadah 5,0 L. Hitunglah konsentrasi setiap zat saat setimbang.
  2. Campuran setimbang pada 1.000 K mengandung 0,276 mol H2, 0,276 mol CO2, 0,224 mol CO, dan 0,224 mol H2O. CO2(g) + H2(g) = CO(g) + H2O(g), (1). Tunjukkan bahwa untuk reaksi ini Kc tidak bergantung pada volume reaksi, V. (2). Tentukan nilai Kc.
  3. Berapakah persen disosiasi H2S(g) jika 1,0 mol H2S dimasukkan ke dalam ruang hampa 1,10 L pada suhu 1.000 K? 2H2S(g) = 2H2(g) + S2(g) Kc = 1,0 × 10–6
  4. Disosiasi/penguraian molekul iodin menjadi atom iodin dinyatakandengan: I2(g) = 2I(g). Pada 1.000 K, tetapan kesetimbangan Kc untuk reaksi adalah 3,80 × 10–5. Jika mula-mula dimasukkan 0,0456 mol I2 dalam labu 2,30 L pada 1.000 K, berapakah persen disosiasi iodin pada kesetimbangan?

Pontianak,

Mengetahui

Kepala Madrasah                                                        Guru Mata Pelajaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s