Cara Makan Rasulullah SAW

Standar

Makan adalah aktivitas yang pasti dilakukan setiap manusia. Cara dan pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan jasmani, bahkan rohani kita. Rasulullah Muhammad SAW telah mencontohkan cara dan pola makan ideal yang membuatnya hanya pernah 3x sakit selama hidupnya.

Prinsip yang selalu dipegang Rasulullah Muhammad terkait dengan makanan adalah:

  1. Hanya makan makanan yang Halal (diperbolehkan sesuai syariat) dan Thayyib (baik gizi dan kandungannya)
  2. Jangan pernah makan hingga terlalu kenyang.
  3. Jangan tergoda makan lagi sesudah kenyang :D
  4. Jangan makan melebihi sepertiga perut, karena sepertiga lainnya adalah untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk udara (nafas). Read the rest of this entry
Iklan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (sifat dan perubahan materi)

Standar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(sifat dan perubahan materi)

 

Nama Sekolah :   SMA MUHAMMADIYAH PONTIANAK
Mata Pelajaran :   Kimia
Kelas/Semester :   X/ 1
Alokasi Waktu :   x 1×25 menit

 

  1. Standar Kompetensi

Memahami konsep materi dan perubahannya

  1. Kompetensi Dasar
    1.  Mengklasifikasi materi.
    2. Mengelompokkan sifat materi.
    3. Mengelompokkan perubahan materi
  2. Indikator
    1. Mengklasifikasi materi berdasarkan komposisi kimianya.
    2. Mengelompokkan sifat materi, yaitu sifat fisika dan sifat kimia,
    3.   Mengelompokkan perubahan materi secara fisika dan kimia
  3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:

  1. Mengklasifikasi materi berdasarkan komposisi kimianya.
  2. Mengelompokkan sifat materi, yaitu sifat fisika dan sifat kimia,
  3.   Mengelompokkan perubahan materi secara fisika dan kimia

 

  • Karakter siswa yang diharapkan :
    • Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung jawab, Peduli lingkungan.
    • Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
      • Percaya diri, Berorientasi tugas, dan Hasil.

 

  1. Materi Pokok(materi ajar)

Materi adalah material fisik yang menyusun alam, yang bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Menempati ruang berarti benda dapat ditempatkan dalam suatu ruang atau wadah tertentu sedangkan massa benda dapat diukur baik dengan perkiraan atau dengan alat tertentu seperti neraca. Dua zat tidak dapat menempati ruang yang sama dalam waktu bersamaan. Setiap zat / materi terdiri dari partikel-partikel / molekul-molekul yang menyusun zat tersebut. Materi dapat berbentuk gas, cair, dan padat. Contoh: udara, kapur, meja.

Kimia mempelajari komposisi, struktur dan sifat dari materi, serta perubahan kimia yang terjadi dari materi satu ke yang lainnya. Contoh: kayu terbakar menjadi arang.

  1. Sifat Materi

Secara umum sifat suatu materi dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika,.

 

  1. Sifat fisika  dari sebuah materi adalah sifat-sifat yang terkait dengan perubahan fisika, yaitu sebuah sifat yang dapat diamati karena adanya perubahan fisika atau perubahan yang tidak kekal. Sifat fisika berkaitan dengan penampilan atau  keadaan fisis materi, yaitu wujud, titik leleh, titik didih, indeks bias, daya hantar, warna, rasa, dan bau. Air sebagai zat cair memiliki sifat fisika seperti mendidih pada suhu 100oC. Sedangkan logam memiliki titik lebur yang cukup tinggi, misalnya besi melebur pada suhu 1500oC.Sifat materi yang ada hubungannya dengan sifat fisika yaitu :  titik leleh dan titik didih, berat jenis, indeks bias dan perubahan wujud.
  2.  Sifat Kimia dari sebuah materi merupakan sifat-sifat yang dapat diamati muncul pada saat terjadi perubahan kimia. . Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi, misal dapat terbakar, berkarat, mudah bereaksi, beracun, dan bersifat asam atau basa. Beberapa sifat kimia yang lain adalah bagaimana sebuah zat dapat terurai, seperti Batu kapur yang mudah berubah menjadi kapur tohor yang sering disebut dengan kapur sirih dan gas karbon dioksida.contoh sifat kimia adalah: daya ionisasi,kelarutan dan kereaktifan
  3. 2.      Perubahan Materi

Perubahan materi adalah perubahan sifat suatu zat atau materi menjadi zat yang lain baik yang menjadi zat baru maupun tidak. Perubahan materi terbagi menjadi dua macam, yaitu :perhatikan Gambar 1.5.

 

  1. Perubahan Materi Secara Fisika atau Fisis

Perubahan fisika adalah perubahan yang merubah suatu zat dalam hal bentuk, wujud atau ukuran, tetapi tidak merubah zat tersebut menjadi zat baru. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak mengakibatkan pembentukan zat baru, misalnya es meleleh menjadi air dan tidak membentuk zat baru, tetapi hendaknya diperhatikan bahwa dalam perubahan fisika memang terjadi beberapa perubahan dan terjadinya transformasi energy.Contoh perubahan fisis :

a)      perubahan wujud

  1. es balok yang mencair menjadi air
  2. air menguap menjadi uap
  3. kapur barus menyublim menjadi gas, dsb

 

b)      perubahan bentuk

  1. gandum yang digiling menjadi tepung terigu
  2. benang diubah menjadi kain
  3. batang pohon dipotong-potong jadi kayu balok dan triplek, dll

 

2. Perubahan  Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan dari suatu zat atau materi yang

menyebabkan terbantuknya zat baru. Perubahan kimia mempunyai kenderungan untuk mengadakan reaksi kimia.

 

Contoh perubahan kimia :

  1. bensin biodiesel sebagai bahan bakar berubah dari cair menjadi

asap knalpot.

  1. proses fotosintesis pada tumbuh-tumbuhan yang merubah air, sinar matahari, dan sebagainya menjadi makanan
  2. membuat masakan yang mencampurkan bahan-bahan masakan sesuai resep menjadi masakan yang dapat dimakan
  3.  bom meledak yang merubah benda padat menjadi pecahan dan ledakan

F. Strategi Pembelajaran

–   Model  Pembelajaran : Talking Stik

 

  1. Langkah-langkah Pembelajaran

 

No. Kegiatan Waktu Metode
1. Kegiatan Pendahuluan   :

  • Guru mengucapkan salam dan memperhatikan kesiapan siswa dalam proses pembelajaran.
  • Guru menciptakan suasana kelas yang  religus dengan menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa,
  • Guru mengabsensi kehadiran siswa,
  • Guru mengapersepsi siswa dengan bertanya “Pernahkan kalian memperhatikan kayu yang terbakar atau kertas yang terbakar?  Apa yang dapat dilihat/diamati?
  • Guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dengan menyampaikan  tujuan dari pembelajaran
5 menit Ceramah, tanya jawab
2. Kegiatan inti

  1. Eksplorasi
  •  Guru menyiapkan sebuah tongkat( spidol)
    • Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi.
    • Siswa diminta untuk menyimak pengkajian terhadap konsep dasar dari sifat dan perubahan materi dari beberapa contoh.
    • Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya.

 

Elaborasi

  • Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa.
  • Guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.

 

c.   Konfirmasi

  • Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  • Guru memberikan tanggapan dan simpulan berdasarkan  materi yang telah dibahas.
15

menit

Menjelasakan

(ceramah) dan talking stik

 

3. Kegiatan Penutup

  • Guru memberikan evaluasi
  • Guru mengakhiri pelajaran dan menutup pertemuan dengan mengucapkan salam.
5

menit

Ceramah, tanya jawab

 

G. Sumber Belajar

Buku Ajar

Buku kimia kelas X

Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas X. Jakarta. Erlangga.

Sudarmo . 2006. Kimia Untuk SMA Kelas X. Jakarta. Erlangga.

 

  1. Penilaian
  • Penilaian Kognitif ,guru dapat memberikan tugas kepada siswa : test dan tugas rumah.
  • Penilaian afektif, penilaian ini dilakukan dengan lembar pengamatan individu, ynag dilakukan oleh guruku dengan mengadakan penilaian baik melalui bentuk pengamatan.
  • Soal latihan
Indakator Penilaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen
1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   Mengelompokkan perubahan-perubahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari kedalam perubahan yang termasuk perubahan fisika dan kimia melalui media power point dengan menunjukan beberapa gambar ari perubahan materi.  Tes

 

 

 

 

 

 

 

 

Soal essay

 

 

 

 

 

 

 

Terlampir

 

 

Pontianak,  26-04-2012

Mengetahui,

Kepala SMA 2 PONTIANAK                                       Guru mata pembelajaran

Fakta Tentang Nasi ( Humor )

Standar

Fakta Tentang Nasi ( Humor )

Hasil research yang baru saja kami
lakukan membuktikan bahwa makan nasi
ternyata tidak baik bagi kita.

Buktinya :

1. Nasi MENYEBABKAN KECANDUAN.
Responden kami yang tidak makan nasi
selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.

2. SETENGAH dari seluruh siswa
Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.

3. HAMPIR 99% KEJAHATAN terjadi dalam waktu kurang dari 24-jam setelah pelakunya mengkonsumsi nasi.

4. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.

5. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak
berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.

6. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.

7. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara
maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.

8. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan jika makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.

9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.

10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.

11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi.
Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.

12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk.
Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng), dsb.
Hal ini bisa menyebabkan obesitas.

13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konfigurasi elektron terluarnya 4s2.
Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu baterai TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6).
Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat- zat berbahaya lainnya.

14. Kitab suci (samawi) tidak pernah menyebut-nyebut soal nasi. Para Nabi juga tidak makan nasi. Lagipula
nasi bukan sesuatu yang dianjurkan agama sehingga keabsahan penggunaannya pun belum dapat dipastikan.

15. Nasi DIMASAK dalam suhu lebih dari 100 derajat Celsius. Itu panas yang cukup untuk bunuh orang.

Penting Diketahui!!! Kebiasaan Umum yang Salah dalam Mengkonsumsi Minuman/Makanan

Standar

Makan dan minum merupakan kegiatan yang sangat penting bagi manusia dan semua makhluk hidup umumnya, karena merupakan salah satu salah satu cara untuk memperoleh unsur-unsur yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan lain-lain. Jadi wajar jika dikategorikan ke dalam kebutuhan primer. Bayangin aja beberapa hari tanpa minum atau makan sama sekali, pasti tubuh jadi lemas lunglai. Namun memasukkan makanan dan minuman, bukan asal masuk ke dalam tubuh saja. Jika sudah begini bisa-bisa bukan unsur hara yang terserap oleh tubuh, tetapi malah mendatangkan penyakit. Wah ribet yah!!

Ternyata, banyak sekali kebiasaan yang salah dalam mengkonsumsi minuman/makanan tetapi umum dilakukan termasuk saya sendiri dan ternyata akibatnya fatal. Apa sih kebiasaan itu? Berikut ini saya rangkumkan artikel-artikel yang saya dapat dari milis dan hasil searching di internet

  1. Minum es setelah makan

Bagi penggemar es berhati-hatilah, ini kebiasaan salah dan berakibat fatal. Kenapa begitu?!! Karena ini berhubungan dengan serangan jantung.
Minum es memang segar tapi air itu akan membekukan makanan berminyak yang kita santap, terutama makanan berlemak. Lemak itu akan terbentuk dalam usus dan akan mengakibatkan menyempitnya saluran-saluran pencernaan kita. Jika lemak berkumpul maka akan mengakibatkan kegemukan dan tentu saja menyumbat pembuluh darah. Read the rest of this entry

RPP larutan elektrolit dan non elektrolit

Standar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(larutan elektrolit dan non elektrolit)

Nama Sekolah :   SMA NEGERI 2 PONTIANAK
Mata Pelajaran :   Kimia
Kelas/Semester :   X/ 2
Alokasi Waktu :   x 2×45 menit

 A.    Standar Kompetensi

Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi

B.     Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

C.    Indikator  

1.Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

2.Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

3.Menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit

4.Menjelaskan sifat-sifat larutan non elektrolit

5.Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik

D. Tujuan Pembelajaran    

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:

1.Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

2.Mengelompokkan larutan ke dalam larutan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

3.Menjelaskan sifat-sifat larutan elektrolit

4.Menjelaskan sifat-sifat larutan non elektrolit

5.Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik

  • Karakter siswa yang diharapkan :
    • Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung jawab, Peduli lingkungan.
    • Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :

LAJU REAKSI

Standar

Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau terbentuknya produk. Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksinya akan semakin sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Selain itu laju reaksi kimia ternyata dipengaruhi oleh berbagai factor seperti temperatur, konsentrasi, luas, permukaan,katalisator, tekanan, dan volume.

Setiap pereaksi disertai suatu perubahan fisis yang diamati, seperti pembentukan endapan, gas, atau perubahan warna. Kelajuan reaksi dapat dipelajari dengan mengukur salah atau dari perubahan tersebut. Bagi reaksi yang menghasilkan gas seperti reaksi magnesium dengan asam klorida, maka kelajuan reaksinya dapat dipelajari dengan mengukur volume gas yang dihasilkan. Bagi reaksi yang disertai perubahan warna, maka kelajuan reaksinya dapat ditentukan dengan mengukur perubahan intensitas warnanya. Read the rest of this entry

larutan elektrolit dan non elektrolit

Standar

A. PENGERTIAN LARUTAN

Kita sering mendengar kata larutan. Ada larutan gula, larutan garam, larutan teh. Tapi bagaimana dengan air kopi? Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah larutan?
Suatu campuran terdiri dari dua komponen utama, yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Jika dari contoh di atas zat terlarutnya adalah, gula, garam, teh, dan kopi; sedangkan zat pelarutnya adalah air.

Suatu zat dikatakan larutan jika campuran antara zat terlarut dan pelarutnya bersifat homogen. Artinya tidak terdapat batas antar komponennya, sehingga tidak dapat dibedakan lagi antara zat pelarut (air) dan terlarutnya. Beda halnya dengan air kopi, masih terdapat perbedaan antara keduanya, walaupun secara kasat mata, airnya sudah berubah warna menjadi hitam. Hal ini juga berlaku untuk campuran antara pasir dan air. Anda bisa menambahkan sendiri contoh-contonya. Untuk air kopi kita menyebutnya sebagai larutan heterogen/campuran Read the rest of this entry